Skip to content →

Kabar Duka Selimuti Indonesia, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid Berduka Cita atas Meninggalnya SAE Nababan

Kabar duka kembali menyelimuti tanah air. Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengungkapkan perasaan duka cita atas meninggalnya Pendeta Soritua Albert Ernst atau SAE Nababan.

SAE Nababan meninggal dunia pada Sabtu 8 Mei 2021 lalu. Ia adalah salah satu tokoh reformasi dan oikoumene tingkat internasional. Ia juga dikenal dekat dengan Mantan Presiden Gus Dur.

Hidayat Nur Wahid mengungkapkan duka cita mendalam atas kepergian SAE Nababan. Ia mengaku mempunyai kenangan mengesankan bersama sang pendera.

Wakil Ketua MPR itu mengisahkan saat sang pendeta bersama sejumlah tokoh lain menjaga kebhinekaan dan perdamaian melalui Forum Indonesia Damai.

“Turut berdukacita atas berpulangnya Pendeta DR SAE Nababan. Selamat jalan Bapak. Kenangan mengesankan tetap tersimpan, dulu pernah bersama beliau, Cak Nur, Romo Muji Sutrisno, Romo Magnis Suseno dll, upayakan perdamaian melalui Forum Indonesia Damai,” tulis Hidayat Nur Wahid di akun twitternya, @hnurwahid malam ini, 10 Mei 2021.

Sebagai informasi, SAE Nababan menghambuskan nafas terakhirnya di usia 88 tahun usai dirawat di RS Medistra Jakarta.

Ia disemayamkan di Rumah Duka RSPAD Gatot Subroto Jakarta sebelum dikebumikan di Medan, Sumatera Utara.

SAE Nababan merupakan putra asli daerah Tarutung, Tapanuli Utara kelahiran 24 Mei 2021. Ia adalah pendeta senior di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).

Lulusan Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (sekarang STFT Jakarta) pada tahun 1956 ini juga ditahbiskan menjadi pendeta saat wisuda.

Salah satu prestasi membanggakan yang diraih putra Batak ini adalah menjadi doktor di bidang Teologi di usia 30 tahun dari Universitas Heidelberg Jerman.

SAE Nababan pernah menjadi Sekretaris Umum Dewa  Gereja Indonesia, hingga Ketua Umum PGI pada 1984-1987.

Baca juga:  Kisah SAE di Masa Perjuangan Kemerdekaan

Politikus Partai Demokrat, Jansen Sitindaon menceritakan kiprah SAE Nababan di dunia internasional yang sangat mentereng.

Menurutnya, SAE pernah menjadi Presiden Persekutuan Gereja Sedunia yang dinobatkan pada tahun 2006 di Brasil.

“Puncaknya dlm Sidang Raya ke-9 Dewan Gereja se-Dunia (WCC) di Porto Alegre, Brasil thn 2006, Pdt. SAE terpilih menjadi Presiden World Council of Churches (Persekutuan Gereja Sedunia).” tulis Jansen Sitindaon di akun twitternya, @jansen_jsp pada 8 Mei 2021.

“Sebuah capaian prestisius yg ditorehkan putra Indonesia. Teolog Indonesia dipanggung dunia,” tambahnya.***

Sumber: beritadiy.pikiran-rakyat.com

 

Bagikan

Published in Obituari